Senin, 08 Oktober 2012

HUKUM GAS IDEAL


Hukum Gas Ideal


Gas merupakan satu dari tiga wujud zat. Sifat fisik gas bergantung pada struktur molekul gasnya dan sifat kimia gas juga bergantung pada strukturnya. Perilaku gas yang ada sebagai molekul tunggal adalah contoh yang baik kebergantungan sifat makroskopik pada struktur mikroskopik.

 Sifat-sifat gas :

 1. Gas bersifat transparan.
 2. Gas terdistribusi merata dalam ruang apapun bentuk ruangnya.
 3. Gas dalam ruang akan memberikan tekanan ke dinding.
 4. Volume sejumlah gas sama dengan volume wadahnya.
 5. Gas berdifusi ke segala arah tidak peduli ada atau tidak tekanan luar.
 6. Bila dua atau lebih gas bercampur, gas-gas itu akan terdistribusi merata.
 7. Gas dapat ditekan dengan tekanan luar. (Bila tekanan luar dikurangi, gas akan
    Mengembang).
 8. Bila dipanaskan gas akan mengembang, bila didinginkan akan mengkerut.

Tekanan Gas
 Tekanan gas adalah gaya per satuan ruas.
 Gas selalu akan memenuhi ruang tidak peduli berapapun suhunya,yang akan berubah adalah tekanannya.
 Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan gas adalah manometer.
Prototipe alat pengukur tekanan atmosfer,barom eter, diciptakan oleh Torricelli.

Rumus tekanan = gaya/luas.

satuan gaya adalah Newton (N),
satuan luas m2
satuan tekanan adalahPascal (Pa)
1 = 1013 hPa.
1 atm = 1,01325 x 105 Pa = 1013,25 hPa
(Namun, dalam satuan non-SI unit, Torr, kira-kira 1/760 dari 1 atm, sering digunakan
untuk mengukur perubahan tekanan dalam reaksi kimia)

Volume dan tekanan
Pada abad 17 Toriicelli dan Blase Pascal mengamati tentang volume gas berubah bila tekanannya berubah.
Boyle mengamati bahwa dengan mengenakan tekanan dengan sejumlah volume tertentu merkuri,
volume gas, yang terjebak dalam tabung delas yang tertutup di salah satu ujungnya,
akan berkurang. Dalam percobaan ini, volume gas diukur pada tekanan lebih besar
dari 1 atm.
Boyle membuat pompa vakum menggunakan teknik tercangih yang ada waktu itu,
dan ia mengamati bahwa gas pada tekanan di bawah 1 atm akan mengembang.
Setelah ia melakukan banyak percobaan, Boyle mengusulkan persamaan (6.1) untuk
menggambarkan hubungan antara volume V dan tekanan P gas. Hubungan ini disebut
dengan hukum Boyle.
PV = k (suatu tetapan
P = 0.
Volume real gas apapun sangat kecil
dibandingkan dengan volume yang ditempatinya. Volume gas
sebanding dengan jumlah molekul gas dalam ruang tersebut.
Massa relatif adalah massa molekul atau massa atom gas,
dengan mudah didapat.

Persamaan gas ideal Esensi dirangkum menurut tiga hukum ini,
hubungan antara temperatur T, tekanan P dan volume V sejumlah n mol gas dengan
terlihat.
Temperatur/suhu= T
Tekanan= P
Volume= V
Tiga hukum Gas Hukum Boyle: V = a/P (pada T, n tetap)
Hukum Charles: V = b.T (pada P, n tetap)
Hukum Avogadro: V = c.n (pada T, P tetap)
Jadi, V sebanding dengan T dan n, dan berbanding terbalik pada P. Hubungan ini dapat digabungkan menjadi satu persamaan:
 V = RTn/P (6.4) atau PV = nRT
R adalah tetapan baru.
Persamaan di atas disebut dengan persamaan keadaan gas ideal atau lebih sederhana persamaan gas ideal.
Nilai R bila n = 1 disebut dengan konstanta gas, yang merupakan satu dari konstanta fundamental fisika.
Nilai R beragam bergantung pada satuan yang digunakan.
 Dalam sistem metrik,
 R = 8,2056 x10–2 dm3 atm mol-1 K-1.
 Kini, nilai R = 8,3145 J mol-1 K-1 lebih sering digunakan.

Hukum tekanan parsial
Tekanan parsial adalah
tekanan yang akan diberikan oleh gas tertentu dalam campuran seandainya gas
tersebut sepenuhnya mengisi wadah.
Persamaan berikut dapat diberikan untuk masing-masing gas.
pA = nART/V
pB = nBRT/V
pA dan pB disebut dengan tekanan parsial gas A dan gas B.
 Dalton meyatakan hukum tekanan parsial yang menyatakan tekanan total P gas sama dengan jumlah tekanan parsial kedua gas.
 Jadi, P = pA + pB = (nA + nB)RT/V
 Hukum ini mengindikasikan bahwa dalam campuran gas masing-masing komponen memberikan tekanan yang independen satu sama lain.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar